Jumat yang Tak Terlupakan

105 views

Cerita Sex : Jumat yang Tak Terlupakan

Seperti yang telah direncanakan, Jumat sore aku menjemput Lin ke kantornya dan segera berangkat ke Pantai Carita. Selama perjalanan Lin terlihat ceria sekali. Tape mobil disetel keras-keras dan Lin bernyanyi dengan lepasnya. Blazernya dibuka dan terlihat Lin mengenakan baju tipis warna putih tanpa lengan. Dadanya lembut menantang terbalut BH tipis. Putingnya samar terlihat dari luar. Sesekali Lin mencium pipiku selama perjalanan. Aku tersenyum saja. Sesekali tanganku mengelus pahanya yang mulus. Maklum dia mengenakan rok mini waktu ke kantor.

memek perawan lebat_WM
Cerita Sex

Dia tersenyum saja dan ikut memegang tanganku serta mengeluskannya ke pahanya. Kalau jalanan ramai tanganku kembali ke stir. Malu dong.. Kami mendapatkan villa indah berbentuk rumah panggung di tepi pantai. Cukup lega ruangannya. Ada ruang tamu, dapur kecil dan teras depan yang langsung menghadap ke laut. Yang istimewa kamar tidurnya berjendela kaca besar dengan pemandangan ke laut lepas. Tempat tidurnya cukup besar, mungkin muat untuk 4 orang.

Kami segera ganti pakaian. Aku memakai celana pendek dan kaos. Lin juga memakai rok mini dan kaos. BH-nya telah dilepas. Kami tiduran di kursi panjang teras depan melihat matahari sedang menyusup ke laut. Lin tidur di pangkuanku. Kupeluk perutnya. Wangi rambutnya menerpa wajahku. Perlahan tangan kananku mulai meremas dadanya. Tangan kiriku mengusap-usap pahanya dengan lembut. Terus menyusup ke balik celana dalamnya. Masih belum basah. Perlahan kuusap-usap liang kenikmatannya.

Dia mulai menggelinjang. Tangan kananku bergantian meremas dada kiri dan kanannya dari balik kaosnya. Kuciumi pula leher belakangnya yang ada di atasku. Lin menggelinjang dan melenguh keenakan. Tiba-tiba Lin bangkit. Lin mengajakku ke laut. Dengan kaki telanjang kami ke laut. Kami terus berjalan ke laut sampai air setinggi pinggang. Hari mulai gelap. Kami bermain di laut. Kadang jongkok sampai hanya kepala yang terlihat. Kami berpelukan, berciuman di laut gelap. Kuremas dadanya, kuraba seluruh tubuhnya. Tanganku juga kususupkan ke dalam celananya dan mengusap kemaluannya sambil menciumnya dengan panas. Lin juga meremas-remas kemaluanku dengan menyusupkan tangannya ke dalam celanaku. Aku tetap memakai kaos demikian juga Lin.

Air kini sudah di atas pinggang, sedikit di bawah dada Lin. Sambil berpelukan dan berciuman, Lin melepaskan celanaku. Dia mulai meremas-remas kemaluanku kembali. Aku tak kalah aktif. Celananya juga kulepaskan. Dan kemaluannya kumasuki jariku. Kumainkan jariku dalam lubang sorganya sambil terus menciumi bibir dan lehernya.

“Sekarang..”, bisiknya. Sambil tetap berdiri berpelukan, kumasukkan burungku ke sarangnya. Kurasakan pelukannya makin erat. Kugoyang pinggulku maju mundur. Batang kejantananku memasuki liang kewanitaannya. Lin juga mengikuti gerakanku. Kami bercinta dengan gairah tinggi dalam laut gelap. Aku terus menggoyang tubuhku. Memeluknya erat-erat. Dan akhirnya aku merasa maniku mau keluar. Gerakanku kupercepat. Lin kurasakan juga mulai mempercepat gerakannya.

Dan.. maniku keluar dalam kemaluannya bercampur air laut. Nikmat sekali. Kami berpelukan agak lama. Lalu kunaikkan kembali celanaku dalam air, Lin juga. Kemudian kami berjalan ke arah pantai menuju villa cinta. Aku masuk kamar mandi untuk berbilas. Maklum air laut cukup membuat lengket kulit tubuhku. Tapi Lin melarangnya. Aku disuruh hanya membersihkan kakiku dari pasir pantai. Di kamar mandi kami hanya membersihkan kaki dari pasir laut. Kaos dan baju kami tetap basah oleh air laut. Lin akan memberiku kejutan. Lin mengedipkan matanya. Aku dibimbing Lin masuk kamar tidur.

Korden dibuka lebar-lebar sehingga pemandangan laut lepas terpampang di depan mata. Kerlip perahu nelayan dan lampu-lampu di teluk seberang terlihat dengan indahnya. Lin mematikan lampu dan menyalakan sebatang lilin untuk penerangan. Lin kemudian membuka kaos dan celananya, lalu menelanjangiku. Sekarang kami berdiri telanjang. Lin memelukku dan mengusap-usapkan tubuhnya pada tubuhku. Aku merasa geli. Kulit kami masih basah dan lengket. Kami berpelukan dan berciuman cukup lama. Lin kemudian mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya. Kemudian Lin mengeringkan tubuhku dengan handuknya. Aku kegelian. Lin dengan lembut mengusap handuknya ke seluruh tubuhku. Lin kemudian memintaku untuk telungkup di tempat tidur.

Dia kemudian ikut telungkup di punggungku. Kurasakan dada montoknya menindih punggungku. Rambut kemaluannya kurasakan menggelitik bokongku. Perlahan Lin menjilati leher belakangku. Aku menggelinjang kegelian. “Tubuhmu asin”, bisiknya. Dia terus menjilati bagian belakang tubuhku. Dari leher, telinga, punggung sampai ke bokong. Tidak ada pori-pori tubuh belakangku yang tersisa dari jilatan lidahnya. memek sma, Lin terus menyusuri paha dan kaki. Bibirnya terus menciumi seluruh tubuh belakangku, betis sampai ke ujung kaki.

“Sekarang berbalik..” desisnya. Lin kemudian mulai mengulum jempol kakiku. Kemudian seluruh jari kakiku dikulumnya. Terus naik ke atas ke kaki dan ke pahaku. Lin memegang kemaluanku, dinaikkan dan dikulumnya telurku. Aku terus memejamkan mataku merasakan kenikmatan yang tidak pernah kurasakan. Ada empat.. lima kali telurku dicium, dijilat dan dikulumnya. Lin lalu naik lagi. Kemaluanku disusuri dengan lidahnya. Lidahnya menjalar-jalar menjilati batang kemaluanku. Dengan sekali gerakan kemaluanku tenggelam dalam mulutnya.

Setelah dikunyah, dikocok dan disedot, Lin melanjutkan perjalanan lidah dan mulutnya. Kurasakan ciumannya menghujam di perutku. Pusarku dimasuki lidahnya hingga aku menggelinjang keras. Lin terus ke atas, menciumi dada dan putingku. Dikulumnya putingku, dipermainkan dengan lidahnya. Aku merem melek. Kemaluanku terasa bergerak-gerak mencari sasaran. Lin hanya memeganginya. Kurasakan tubuh halusnya menindihku. Lin kemudian menciumi lenganku, tangan dan jariku. Kiri dan kanan. Lalu pindah lagi ke leher. Habis leherku dikecup dan dijilati. Tangan kanannya memegang tangan kiriku dan tangan kirinya memegang tangan kananku yang telentang. Sementara itu tubuhnya berada di atasku. Kurasakan kemaluannya tepat di atas kemaluanku. Tapi Lin tidak berusaha memasukkannya. Dia terus sibuk menciumiku. Dagu dan bibirku lumat oleh bibirnya. Lidahnya menjalar-jalar dalam mulutku.

Kemudian pindah ke mata. Dijilatinya dengan penuh kasih. Terakhir Lin mencium keningku. Lin lalu duduk di atas kemaluanku. “Bagaimana..” bisiknya. Aku tak dapat berkata apa-apa. Ini kenikmatan luar biasa yang pernah kualami. Seluruh tubuhku dijilati dan diciumi Lin yang begitu cantik dan putih mulus. Aku mengulurkan tanganku memegang dadanya. Kuremas-remas dan kumainkan putingnya. Aku tersenyum memandanginya.

Lin kemudian bergeser ke belakang ke arah kakiku. Kemudian jongkok dan memegangi kemaluanku. Perlahan di jilati telurku kembali. Aku memejamkan mataku kembali. Kurasakan bibir Lin kemudian ganti menjilati batang kemaluanku. Aku merasa di awang-awang. Dan ketika dia memasukkan kejantananku ke dalam mulutnya, aku menggelinjang mengangkat pinggulku. Lalu perlahan Lin menggerakkan kepalanya naik turun mengocok batanganku dengan mulutnya. Aku mengimbanginya dengan menaikturunkan pinggulku. Tangan Lin menyusuri seluruh tubuhku. Makin lama gerakan kepala Lin makin cepat. Aku juga mempercepat tusukanku dalam mulutnya. Aku merasa maniku mau keluar. “Awas Lin..” bisikku. Tapi Lin malah makin mempecepat gerakan kepalanya dan menyodotnya lebih kuat. Tangannya memegangi pahaku dengan erat.

Dan.. “Aaakkhh..” maniku menyembur dalam mulutnya. Lin terus menyedotnya dan menggerakkan kepalanya sampai semburannya habis. Lin kemudian memasukkan mulutnya dalam-dalam seakan tidak mau maniku ada yang keluar dari mulutnya. Perlahan dia cabut mulutnya dari kemaluanku dan.., ya ampun.. ditelannya. Lin ke kulkas dan mengambil air putih untuk membantu memasukkan mani yang mungkin masih tersisa dalam mulutnya. Dia tersenyum memandangiku dari samping tempat tidur. Kemudian dia memelukku erat-erat. “Aku suka rasa asin. Tubuhmu asin. Air manimu juga asin”, bisiknya. Kami berpelukan erat sampai tertidur. Kami tetap telanjang berdua.

TAMAT