Kasih Sayang Seorang Pembantu – 3

104 views

CerSexMek: Kasih Sayang Seorang Pembantu Part 3

memek Google bugil_WM
CerSexMek = Cerita Sex Memek

Dari bagian 2

Semakin hari semakin menjadi-jadi dan tanpa kenal waktu lagi bagi kami berdua. Mia sudah tidak segan-segan lagi jika sedang ingin melakukan hubungan badan, Mia langsung meminta dariku tanpa malu dan ragu. Hubungan kami berjalan mulus tanpa ada yang menghalangi sampai saat ini. Kami melakukan dimana saja bila sudah tak terbendung lagi hasrat ini, didapur, diruang tamu, dikamar mandi bahkan diteras rumah sebagai variasi/fantasi. CerSexMek

Pada suatu hari Mia meminta saya melakukan di ruang tamu sambil menonton vcd porno, kebetulan film tersebut adalah Bandung Lautan Asmara yang heboh itu. kami bercumbu sambil sesekali melihat adegan-adegan yang ada, kami terus bercumbu semakin hot berguling di lantai saling mengulum menghisap yang dilanjutkan persetubuhan. Mia semakin lincah menggoyang pinggulnya sehingga kemaluan saya terasa seperti dipelintir dan diremas-remas oleh vaginanya. Dua belas menit kemudian Mia melingkarkan kakinya ke pinggang saya sambil menarik kepala saya untuk melumat bibir karena sudah mencapai orgasmenya.

“Pak.. Hmm..” hilang sudah racaunya karena melumat bibir saya.
“Enak sayang..?!” tanyaku perlahan.

Dan dijawab anggukkan kepalanya. Saya masih belum mau memuncratkan peju ini, saya masih ingin menikmati permainan ini yang penuh sensasi karena lantai menjadi basah oleh keringat yang bercucuran dari kami berdua. Mia rupanya sudah bangkit kembali gairahnya, sehingga pinggulnya bergerak kekanan dan kiri. Saya langsung menggenjot semakin cepat, karena saya tahu si Mia tidak akan bertahan lama untuk mencapai puncak kenikmatannya.

Mia dalam sekali permainan bisa mencapai puncaknya sampai tiga atau empat kali. Jadi saya sudah hafal benar kekuatannya dalam memacu birahi ini, apalagi kalau Mia habis melakukan kerja berat maka akan lebih cepat mencapai puncaknya. Lima menit kemudian Mia mengerang panjang sambil menjambak rambut saya untuk meraih bibir saya untuk dilumatnya.

“Aduuh.. Pak.. Enaakk..” bisiknya perlahan.

Saya juga tidak mau kalah, maka saya menghujam lebih dahsyat lagi dan menekan semakin dalam kemaluan saya agar bisa mencapai puncaknya.

“Miaa.. Sayyaa.. Oouu.. Ucchh..”

Saya memuncratkan peju didalam lubang vaginanya. Kali ini peju saya terasa lebih banyak dari pada biasanya, karena tadi pagi Mia membuatkan susu dicampur dengan kuning telur bebek ditambah lada hitam. Memang saya pernah meminta agar Mia mau menyediakan minuman tersebut setiap pagi. Setelah kemaluan saya menciut, saya cabut dan rebah disisinya.

“Pak.. Enak.. Yaa..” serunya ditelingaku.
“Hee.. Eeh ” jawabku sambil terengah-engah karena masih terasa capai.
“Pak..” serunya lagi.
“Ada apa sayang..?” tanyaku lagi.
“Bapak sayang nggak sama Mia..?” tanyanya.
“Kok kamu tanyakan itu..!?” jawabku sambil bertanya.
“Bapak sayang nggak..” rengeknya manja.
“Sayang dong.., kalau saya nggak sayang sama kamu, masa saya mau-maunya disuruh menjilati vagina kamu, membela kamu waktu diomelin sama Ibu karena kamu berbuat kesalahan dirumah..” jawabku.
“Pak.. Mia.. Telat dua minggu Pak..” rengeknya lagi sambil menampakkan kesedihan.
“Kok kamu baru bilang sekarang sichh..” selidikku hati-hati, karena takut Mia tersinggung.
“Habis saya takut Bapak marah..” rengeknya lagi sambil mengusap-ngusap dada saya.
“Kenapa takut, kan Kita sudah hampir tiga bulan melakukan hubungan ini..” jawabku.
“Terus gimana dong..?!” manjanya lagi.
“Ya.. Apa boleh buat saya harus bicara sama Orang tua kamu, saya mau mangawaini kamu.. Asal Kamunya mau sama saya.” jawabku untuk membahagiakannya.
“Benar.. Bapak mau mengawini saya..?” tanyanya ragu-ragu.
“Tentu dong Sayang.. saya sangat menyayangi kamu, karena kamu sangat perhatian terhadap saya dan anak-anak saya..” jawabku lagi.
“Kalau gitu.. Mia mau telepon Bapak dikampung yaa..?” pintanya.
“Silahkan saya sudah siap kok menghadapi kenyataan ini..” jawabku dengan sungguh-sungguh.

Mia langsung menciumku dengan gemasnya sehingga membuat kemaluan saya mulai agak tegang lagi. Mia melihat hal tersebut langsung menyambut kemaluan saya dengan kuluman dengan penuh kemenangan, dikocoknya kemaluan saya dengan cepat. Rupanya Mia ingin agar saya mencapai puncaknya dengan cepat.

“Pak.. Kalau mau keluar bialang yaa..” pintanya.

Beberapa menit kemudian saya merasakan peju ini sudah berada dibatang kemaluan, saya langsung memberi kode ke Mia dan Mia menghentikan hisapannya sambil merebahkan di sisi saya.

“Pak.. Mandiin Mia dengan peju Bapak dong.. Cepaatt..” rengeknya manja.

Saya langsung berdiri dan mengarahkan kemaluan saya agar muncrat diatas tubuh si Mia. Setelah peju muncrat ditubuhnya, Mia langsung mengoleskan peju itu ke seluruh tubuhnya bagaikan sedang luluran. Mia meraih kemaluan saya dan dimasukkan kedalam mulutnya untuk dihisap. Saya merasakan ngilu ketika hisapan panjang yang dilakukannya.

“Ooh.. Mia.. Pelann..” pintaku karena nggak tahan ngilunya.
“Pak.. Mia masih belum siap punya anak..” rengeknya setelah mandi peju dan menghisap kemaluan saya.
“Jadi mau kamu gimana..?” tanyaku agak kaget.
“Mia.. Mau gugurkan aja..” rengeknya manja.
“Gugurkan gimana..?!” cecarku lagi.
“Pakai obat apa kek..!” serunya lagi.
“Ok.. Nanti saya coba cari jamu cina yaa..” jawabku spontan. Mia tersenyum mendengarnya dan langsung memeluk tubuh saya untuk didekapnya.

Keesokan harinya saya pergi mencari jamu peluntur buatan cina dan dapat walaupun harganya tidak terlalu mahal, saya beli dua paket dan langsung pulang. Setibanya dirumah saya berikan jamu itu dan saya kasih tahu cara meminumnya. Mia langsung meminum jamu tersebut. Rupanya reaksi jamu itu sangat cepat, Mia merasakan perutnya dipelintir-pelintir sehingga terasa mulas untuk pergi ke toilet. Mia mencoba membantu reaksi tersebut dengan cara mengedan seperti orang mau melahirkan dan hasilnya masih belum memuaskan. Mia terlihat pucat karena merasa perutnya ada yang mengaduk-ngaduk dan peras-peras, melihat hal tersebut saya tidak tega.

“Gimana reaksi jamu itu..?” tanya saya.
“Mules-mules terus Pak..” jawabnya sambil nyengir-nyengir.
“Mungkin jamu itu sedang bereaksi untuk menghancurkan janin..” jawabku agar tenang.
“Tapi nggak keluar apa-apa Pak..” rengeknya lagi.
“Mungkin nanti.. Kalau sudah hancur..” saya coba menenangkan.

Hari itu saya tidak melakukan kegiatan persetubuhan hingga beberapa hari, karena saya dan Mia ingin melihat reaksi jamu tersebut yang diminum sebanyak dua paket. Seminggu kemudian rupanya Mia kangen, begitu juga saya yang sudah seminggu tenggur alias meteng nganggur.

“Pak..” panggilnya ketika saya sedang asyik mengutak-utik setrika yang rusak.
“Ada apa..” jawabku sambil menoleh.
“Kangeenn..” manjanya sambil mukanya dibikin sedih.
“Emangnya mau..” godaku.
“Ayoo..” rengeknya manja.
“Sebentar yaa.. saya beresin ini dulu..” jawabku sambil berkemas untuk memberesi barang-barang perkakas.
“Cepeet..” rengeknya lagi.
“Iyaa.. saya juga pengen kok..” jawabku untuk menyenangkannya.

Mia langsung masuk ke dalam, rupanya Mia sudah masuk ke dalam kamar saya dengan posisi telentang bugil sambil mengangkangkan pahanya. Melihat hal itu saya langsung menuju kamar dan langsung membuka celana pendek saya yang sudah tidak bercd lagi. saya langsung menghampiri selangkangannya untuk menjilati lubang vaginanya yang sudah merekah merah. Mia mengerang kecil karena kegelian.

“Oouuch..” erangnya.

Saya mencari klitorisnya sambil menggigit kecil secara perlahan agar Mia merasakan kenikmatan yang selama seminggu ini terpendam.

“Paak.. Oohh..” rintihnya kenikmatan.
“Kenapa sayang..?” tanyaku sambil menghentikan jilatan pada vaginanya.
“Eenaak..” desahnya sambil meraih kepalaku untuk untuk menjilati lagi. Saya langsung melanjutkan jilatan demi jilatan dan jari kiriku kuarahkan kelubang anusnya.

“Paak.. Miaa.. Uuchh..” desahnya sambil menjambak rambutku karena mencapai orgasmenya.

Saya naik sambil menindihnya serta mencium bibirnya, sedangkan kemaluan saya yang sudah tegang menempel diatas vaginanya. Mia menyambut ciuman bibir saya dan tangannya meraih kemaluan saya sambil diarahkan ke lubang vaginanya. Melihat hal tersebut saya langsung menekan dan menekan lebih dalam lagi.

“Pak.. Enaak.. Pak..” desahnya manja ketika kemaluan saya sudah terbenam semua.

Mia menggoyangkan pinggulnya dengan semangat karena sudah kangen. saya membantu dengan manjilati puting susunya sambil gigit-gigit kecil agar Mia lebih terangsang. Benar saja beberapa menit kemudian Mia mengalami orgasmenya yang kedua.

“Paak.. Mia.. Nggak tahaan..” desahnya panjang sambil memelukku erat.

Melihat hal itu saya masih santai memompa dengan perlahan-lahan agar Mia penasaran.

“Ayo.. Dong keluarin.. Cepeet..” rengeknya.
“Sabar dong sayang.. saya masih mau santai dulu..” godaku sambil gigit hidungnya.
“Aduh.. Sakiit..” manjanya sambil memegang hidungnya yang tidak apa-apa.

Saya mulai memompa turun naik agak cepat, karena saya juga sudah capai dan pegal. Rupanya Mia sudah bangkit lagi gairahnya, Mia mendorong tubuh saya kesamping agar rebah dan langsung mengubah posisi. Sekarang Mia sudah berada diatas saya, sambil jongkok Mia menurun naikkan tubuhnya untuk memompa. Mia semakin gencar memompanya sehingga saya kewalahan dibuatnya. Saya meraih kedua susunya dan langsung kuremas-remas agar Mia juga terangsang. Mia menggigit bibir bawahnya karena merasakan nikmat.

“Miaa.. Terruuss..” desahku sambil mencekal pinggulnya.
“Iyaa.. Pak.. Mia.. Juga sudaahh capee..” desahnya.
“Terus Mia.. Terruuss..” pintaku sambil menekan dari bawah. Mia menggoyang lebih cepat karena Mia sudah mau mencapai puncaknya.
“Pakk.. Paakk.. Hhmm..” lenguhnya panjang sambil memeluk dan melumat bibir saya dengan gemasnya.
“Sayyaa.. Oochh..” desahku sambil kutekan pantatnya agar kemaluanku terasa masuk lebih dalam lagi untuk memuncratkan spermaku.

Rupanya Mia benar-benar capai, Mia langsung tertidur diatas tubuh saya dengan posisi kemaluan saya masih tertanam dilubang vaginanya.

Dua jam kemudian saya terbangun karena merasa sesak nafas, sebab si Mia masih menindihku dengan pulasnya. Saya merasakan kemaluan saya mulai tegang, saya coba untuk menggerakkan pinggul saya agar dapat melampiasknya lagi. Mia terbangun dengan gerakkan itu, Mia merebahkan diri kesisi saya dan meminta saya untuk naik keatas agar minindihnya. Saya masukkan kemaluan saya secara perlahan dan pasti, langsung saya pompa turun naik. Beberapa menit kemudian saya memuncratkan sperma didalam lubang vaginanya.

“Miaa.. Sayyaa.. Keelluuaarr..” desahku panjang. Setelah itu saya rebah disampingnya dan memeluknya dengan penuh kasih Sayang.
“Pak.. Boleh nggak Mia pinjam teleponnya..?” tanyanya.
“Boleh.. Untuk apa..?” tanyaku lagi.
“Mia mau telepon ke kampung..” jawabnya.
“Boleh.. Silahkan..” jawabku.

Mia meminta kunci telepon pada saya, karena akan menelepon orang tuanya. Mia menelepon masih dalam keadaan bugil dan sambil nungging, melihat itu saya iseng untuk mengobel kemaluannya yang terjepit kedua pahanya. Mia kelihatan sedih pada raut wajahnya. Melihat hal itu saya menghentikan kobelan tangan pada vaginanya. Mia menitikkan air matanya dan langsung menutup telepon tersebut.

“Ada apa Mia.. Kok.. kamu sedih..?!” selidikku sambil memeluk tubuhnya.
“Bapak marah-marah dan akan datang kesini untuk menjemput Mia.. Pak..” rengeknya.
“Lho.. Bagus dong.. Khan saya dapat bicara langsung sama orang tua kamu..” jawabk
“Mia nggak boleh kawin sama Bapak, Mia disuruh menggugurkan janin yang sudah berumur dua setengah bulan ini..” jawabnya sambil sesenggukkan menangis dipelukan saya.
“Sudahlah.. Nanti saya jelaskan sama Bapak kamu..” jawab saya agar Mia lebih tenang.

Ke bagian 4