Bioskop Biru

121 views

Kumpulan Cerita Sex, cewe bugil, memek bugil, memek perawan, memek abg, memek smp, memek smu, memek sma, memek mahasiswi.

Memek Tante, Memek Tante Girang, Memek  atap_WMKisah ini adalah pengalaman pribadiku sendiri. Namaku joko, umurku 23 tahun. Aku baru saja berkenal dengan seorang gadis yang masih duduk di SMU swasta. Sedangkan aku bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, namanya Mirna.

Aku baru berkenalan dengannya sekitar 1,5 bulan. Waktu awal kenalan aku sudah tertarik dengan dirinya yang sangat sexy, manis dan juga montok, payudara yang sangat besar membuat pikiranku melayang kemana-mana tapi walaupun begitu tidak pernah mampir kerumahnya. Dan kami hanya bisa janjian bertemu di cafe saja dan ngobrol-ngobrol saja karena aku masih nggak enak untuk berkunjung kerumahnya karena baru saja berkenalan jadi dengan cara inilah yang paling baik walaupun sebenarnya aku pingin tau dan ingin lebih kenal sama keluarganya walaupun gitu aku masih menjaga sikap yang baik. Tapi pada akhirnya aku merasa hubungan kami semakin akrab dan semakin bersahabat, maka suatu hari aku pun buat janji untuk nonton bareng dengan Mirna dan aku pun datang kerumahnya.

Waktu kedatanganku yang pertama kali aku cuma berbincang-bincang dengan orang tuanya karena orang tuanya ternyata gaul juga maka pada saat itu pula aku langsung timbul perasaan nggak pede, tapi aku coba untuk mengimbangi pembicaran mereka, kadang-kadang aku nggak mengerti apa yang mereka bicarakan. tapi aku pura-pura mengerti saja agar tidak dikata nggak gaul dan aku pun sekalian menunggu Mirna keluar dari kamar, setelah 15 menit berlalu muncullah Mirna dengan pakaian yang sopan dan rapih sekali.

Walaupun begitu aku tetap saja mepunyai pikiran yang ngeres dalam pikiranku gimana caranya untuk dapat menikmati payudaranya yang montok dan sexy. Akhirnya aku pun segera pamitan untuk pergi ke bioskop 21 yang kebetulan jaraknya nggak begitu jauh dari rumahnya Mirna. Setelah sampainya aku disana aku pun memesan tiket ditempat yang paling belakang dan paling pojok pula, tampa aku duga yang datang nonton hanya sedikit, setelah melihat situasi yang sangat baik ini aku nggak sia-siakan bahkan pikiranku untuk membuat film sendiri.

Dan ketika lampu mulai padam, kucoba untuk memberanikan diri untuk memegang tangannya ternyata dia diam saja, kemudian aku beranikan lagi untuk mencoba mendekati wajahku kepadanya dan dia pun tetap diam aja bahkan dia menutup matanya. Kami pun saling berciuman. Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan tak kusangka Mirna pun membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman, kemudian aku lebih berani lagi untuk menciuman di daerah yang lain aku pun mulai menyusuri lehernya yang putih bersih itu dengan ciuman yang mendesah. Nafasnya Mirna terdengar agak terengah-engah. Aku meneruskan ciumanku dengan meremas-remas buah dadanya yang indah sekali, kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan, sampai dia hanya pakai BH saja. BH nya yang berukuran 36B itupun aku kutanggalkan.

Payudaranya yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi, sementara tanganku meremas-remas dengan lembut payudaranya. Kemudian punting payudaranya yang berwarna kecoklatan kuhisap dan kujilati dengan nikmatnya. Mirna makin menderu nafasnya. Aku terus asyiknya menghisap payudaranya yang sekal. Tapi tak kusangka aku telah main dengannya selama dua jam nonstop dan filmnya pun akan segera usai maka aku sadarkan Mirna yang masih melayang-layang dengan kenikmatan yang aku buat maka dia pun segera memakai baju dan ketika lampunya mulai menyala kami pun segera turun dan ternyata mereka pun nggak mengetahui apa yang kami lakukan dari tadi.

Disaat hendak dalam perjalanan pulang aku masih dan memikirkan langkah selanjutnya, Mirna semakin lengket sama aku karena aku bisa memuaskan dia walau belum sampai puncaknya. Sesampainya dirumah Mirna, akupun berciuman kembali. Mirna dengan garanganya menciumku bahkan Mirna menyedot lidahku dalam sekali dan aku pun selesaikan permainananku itu karena hari sudah menjelang pagi, akupun segera pamit pulang.

Minggu berikutnya aku kembali datang ke rumah Mirna. Waktu itu hanya ada saudara ceweknya yang dari kampung bersama suaminya ada dirumah. Sebenarnya aku ingin mengajak saudaranya untuk nonton tapi karena suaminya ada dirumah jadi aku membatalkan niatku. Tanpa aku ketahui ternyata dirumahnya sedang ada acara keluarga, sebenarnya aku nggak untuk pergi disaat dirumahnya ada acara tapi karena Mirna memaksa untuk aku mengajaknya nonton akupun mengiyakannya.

Setelah basa-basi dengan orang tuanya kami aku pun segera pamitan untuk pergi nonton. Akhirnya kamipun jalan menuju bioskop yang nggak begitu jauh dari rumah Mirna, selang 20 menit kamipun sampai ditujuan. Kamipun mencari film yang akan kita tonton walaupun sebenarnya kami nggak sepenuhnya menonton fim yang kami pilih, akupun memesan tiket sedangkan Mirna masih melihat-lihat film yang lain.

Aku senang main dibioskop karena tempatnya nyaman. Walupun nggak terlalu aman untuk melakukan yang lebih dalam. Kemudian kami pun masuk kedalam bioskop yang masih terang dengan lampu dan aku lihat cuma ada 10 orang yag nonton jadi aku pun makin agresif untuk segera memulai permainananku. Setelah lampu bioskop padam kami pun tampa basa-basi langsung berciuman. Aku mencium bibir Mirna yang harum mungil sekali, Mirna membalas ciumanku.

Berbeda dengan waktu kemarinnya, kali ini Mirna agak agresif. Dia mencium bibirku dengan ganasnya. Aku juga semakin bersemangat membuka pakaian Mirna. Sehingga dia hanya memakai celana dalam saja. Aku segera menyapu bersih lehernya yang putih bersih. Mirna menggelinjang membuat aku semakin bergairah. Nafasnya mulai terengah-engah, ciumanku terus kearah buah dadanya yang montok dan tubuhnya yang sexy. Aku menghisap punting payudaranya, sungguh sangat enak sekali rasanya. Aku menghisap punting payudaranya bergantian kiri dan kanan, Mirna makin terengah-engah.

Sesekali aku dengar desihan Mirna “Akh.. terus, Jok enak, emut lagi aku suka sekali” dengan membisikkan kekupingku yang membuat aku semakin bersemangat. Lalu aku membuka celana dalamnya, sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Akupun mulai menjilati vaginanya. Aku menjilati klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum begitu lebat, lama aku menghisap klitolisnya, sampai aku merasakan cairan yang sangat khas, mungkin dia sudah semakin terangsang akan permainananku itu, walaupun dia agak takut ketahuan dengan disekitarnya tapi aku coba untuk meyakinkan dia bahwa nggak akan ada yang melihat permainanan kita.

Mirna lalu mencoba menggapai penisku tapi nggak sampai, karena aku sudah keburu mencium bibinya yang sangat mungil. Tapi setelah beberapa lama dia mencoba memegangnya, akhirnya Mirna pun berhasil menggapai penisku yang dari tadi sudah tegang, dia langsung mengarahkan bibirnya kepenisku.
“Wahh.. enak sekali..” kataku kepada Mirna, Mirna pun mulai melumat penisku dengan profesional dan terampil.
Aku semakin terengah-engah dibuatnya, Mirna pun semakin bersemangat mendengar desahan nafasku. Tak terasa film akan segera berakhir aku putuskan untuk berhenti, kubilang sama Mirna bahwa nanti kita bisa teruskan di hotel saja dan diapun tersenyum sebagai tanda setuju.

Akupun segera memakai pakaian dan Mirnapun memakai baju dengan cepat pula. Setelah film usai kami pun langsung meluncur ke sebuah hotel yang terdekat karena kami sudah tidak sabar untuk melanjutkan permainan yang sempat terhenti. setelah sampai kami disana kami pun langsung memesan kamar dan setelah selang berapa lama, kamipun menuju kamar yang telah kami pesan.

Sesampainya didalam kamar kami pun melanjutkan permainan yang tadi terhenti, aku langsung mencium Mirna dan Mirna pun membalasnya dengan garangnya. Aku menjadi bersemangat kutanggalkan bajunya. Lalu aku buka celana dalamnya, sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Lalu kubaringkan badannya untuk telentang, penisku kuarahkan kearah vaginanya. Mirna yang sangat menawan dan harum, perlahan-lahan aku memasukkan penisku, Mirna pun menjerit kesakitan dan dia pun berkata
“Jok, pelan-pelan dong masukinnya, kan sakit” akupun berhenti sebentar dan setelah dia tenang kembali maka aku masukkan sisanya.
“bless..” maka seketika itu pula penisku masuk semua kedalam vaginanya. Aku pun mengambil posisi yang paling enak, dan akupun mulai memainkan penisku dengan memasukan dan kemudian aku keluarkan kembali, kemudian kumasukan kembali begitu seterusnya aku lakukan dan berkali-kali aku ganti posisi mainku, kemudian aku pun baru memulai maju-mundurkan pantatku. Mirnapun kelihatan sangat menikmatinya permainananku.

Lalu aku mengangkat kedua kaki Mirna dan aku tetap mengoyangkan pantatnya yang montok dan juga menawan. Sampai akhirnya dia mendesah dengan dahsyatnya. Dan aku pun merasakan cairan hangat membasahi penisku didalam vaginanya. Rupanya Mirna sudah keluar, sementara aku nampaknya masih lama untuk mencapai puncak orgasmenku. Dan Mirna pun melumat penisku, aku pun menggeliat menahan nikmatnya hisapan Mirna. Kemudian Mirna pun mengocok penikku, mengocok dan meremas-remas sangat lembutnya.

Ketika aku merasa ejakuasi, aku tarik penisku dari tangan Mirna. Mirna pun menarik pinggulku dan menghisap kuat penisku.
“Mirna aku mau keluar akh.. akh..” spermaku pun terpancar.
Mirna pun menelan semua maniku yang keluar dari penisku. Kemudian dia menjilat-jilati dan menghisap-hisap sisa-sisa spermaku. Mirna makin bernafsu dan dia pun berkata
“Enak sekali jok mani kamu benar-benar enak.”
Kemudian Mirna pun langsung naik keatas tubuhku dan memasukkan penisku ke liang vaginanya
“Akh.. sstt.., enak jok terus jok, mentok jok akh..” Mirna pun menggoyang pinggulnya.
“Ahh.. esst enak jok ah..”

Aku pun merasakan keenakan dengan goyangannya Mirna karena goyangannya seperti ular yang sedang menari. Lama Mirna melakukan itu hingga akhirnya kami keluar bersamaan.
“Ahh Jok, enak Jok, ayo Jok keluarin bareng ohh..”
Akhirnya
“Mirna aku mau keluar nih ahh, crot.. crot..”

Kamipun lemas dan Mirna mencium bibirku dengan mesra
“Makasih ya Jok, penis kamu enak, kamu bisa bikin cewek ketagihan nanti lagi ya” katanya.
Aku hanya tersenyum dan memeluk dia dengan mesranya.

Dan akhirnya kami pun merebahkan badanku. Lama kami terdiam karena kelelahan. Tanganku masih saja meremas-remas payudara Mirna, Mirnapun masih menikmati remasan tanganku dipayudaranya. Kami sama-sama menarik nafas panjang. Dan kamipun tertidur pulas. Dan ketika aku bangun ternyata Mirna masih melumat penisku dengan lahapnya dan sampai akhirnya aku pun main lagi dan begitulah seterusnya.

Setelah hari itu, tiap kali aku nonton sama Mirna aku selalu meremas-remas payudaranya. Kadang-kadang aku langsung lucuti pakaian Mirna dan langsung menghisap payudaranya, kadang-kadang aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulutnya. Mirna juga memperkenalkan teman-temannya dan akupun juga sering main dengan teman-temannya. Tentunya tanpa sepengetahuan Mirna, aku bilang pada Mirna kalau mau mengundang teman untuk main harus yang bersih. Dan sekarang aku sebenarnya sudah kangen sama mainannya yang sangat memuaskan, karena aku telah lama tidak pernah berhubungan lagi dan entah sekarang Mirna ada dimana dan bagaimana keadaannya. Namun aku pun sekarang kadang-kadang masih bisa main dengan temannya Mirna yang nggak kalah sexynya dan montok.

E N D