Birahi Tinggi 02

200 views

Kumpulan Cerita Sex, cewe bugil, memek bugil, memek perawan, memek abg, memek smp, memek smu, memek sma, memek mahasiswi.

Memek Tante, Memek Tante Girang, Memek  3gp_WMSambungan dari bagian 01

Tiba-tiba terdengar 2 kali pintu kamar diketuk dan langsung dibuka begitu saja tanpa menunggu jawaban dari saya, saya sungguh kaget. Terlihat Middleton muncul di balik pintu, sebelum ia mengatakan sesuatu, saya tanyakan padanya di mana Raymond dan Gillian. “Mereka telah memulai bersenggama, Ev..” jawabnya. Setelah mendengar jawabannya itu, saya dapat menyimpulkan apa maksudnya apalagi saya lihat di balik celana pendek Hawaii-nya terlihat penisnya menegang, entah itu gara-gara film atau gara-gara Raymond dan Gill. Saya tersenyum kecil. Sambil mengangkat tangan kanan saya dan menandakan supaya ia mendekat, ia pun mendekati saya yang masih duduk di depan komputer sedangkan di layar monitor tetap menampilkan blue film orgy. Setelah dekat, Middleton melirik ke layar monitor sedangkan tangan kanan saya, berusaha menjamah penisnya dari luar celana pendeknya.

Agh, akhirnya saya dapat memegang penisnya itu, dan Middleton tetap melihat pada layar monitor. Saya usap-usap sebentar dari luar penisnya sebelum saya turunkan celana pendek itu. Wow, ternyata dia sudah terangsang sekali, terlihat dari ukuran penisnya yang sudah keras dan besar. Saya turunkan sedikit celana pendeknya hingga tampak penisnya yang sudah tegang dan naik ke atas seolah-olah mengacung-acung. Saya remas dan saya kocok pada batang penisnya diiringi dengan mendekatkan kepala saya pada penisnya. Saya julurkan lidah saya pelan-pelan hingga mengenai ujung penis Middleton, saya kulum dengan begitu lembut dan saya berusaha menghayati atas setiap kuluman saya sendiri. Saya turunkan arah jilatan lidah saya pelan-pelan hingga melewati batang penis lalu pangkal penis sehingga saya dapat menikmati dua buah bola yang menggantung di bawah penis. Saya hisap dengan lembut satu demi satu bergantian. Saya lirik mimik Middleton. Aghh, rasanya ia pun menikmatinya, ia memejamkan matanya, ia mendesah dengan pelan. Ia pegang bagian belakang kepala saya dengan tangan kirinya seakan ingin mendorongkan kepala saya hingga saya dapat mengulum penisnya.

Saya mengarahkan lidah saya ke atas lagi setelah puas dengan dua buah bolanya, saya julurkan lidah saya hingga menyapu semua daerah yang dilalui oleh lidah saya hingga kembali lagi ke ujung penis, saya mainkan sebentar lidah saya di lubang penis, saya jilat lubang itu dengan tidak teratur ke kiri dan ke kanan sehingga kepala saya pun bergerak-gerak, tubuh Middleton bergetar atas kenikmatan yang ia rasakan.

Saya mulai mengulum penisnya sedangkan tangan kanan saya menaik-turunkan kulit pada batang penisnya. Ingin rasanya saya lumat dan masukan semua ke dalam mulut saya namun saya tidak mampu menelan semua itu, penisnya yang berurat dan begitu besar, hampir sama dengan vibrator yang saya miliki.

Ketika saya sedang menikmati setiap kuluman saya pada penis Middleton, tangan kanan dan kirinya memegang kepala saya lagi, gerakannya memaju-mundurkan kepala saya. Untung ia melakukan itu tidak lama sebab saya sudah merasa tidak dapat bernafas oleh tertutupnya semua rongga mulut saya dengan penisnya yang sesekali terdengar suara dari dalam mulut saya. Sebentar saya keluarkan penis itu dalam mulut saya dan saya menarik nafas beberapa kali dengan posisi tangan Middleton tetap pada belakang kepala saya. Ia cengkeram lebih kuat sedikit dan berusaha untuk mengangkat kepala saya. Sambil mengikuti arah tangannya pada kepala saya, tangan kiri saya memegang penisnya. Setelah wajah saya mendekat, dilumatnya bibir saya dan dimasukan lidahnya dalam mulut saya, ia mencari lidah saya, ia gigit kecil bibir bagian bawah sedangkan saya mengikuti alurnya dan tanga kiri saya tetap mengocok-kocok batang penis. Namun semua itu tidak lama, setelah kira-kira saya dapat melarikan diri dari ciumannya, saya kembali ke bawah, saya lepas lumatannya. Kembali saya kulum dengan penuh nafsu penis yang ada di hadapan saya. Saya hisap dalam-dalam semampu saya dan saya mainkan lidah saya sebentar di ujung penisnya.

“Aghh..” desahnya. Saya tidak peduli dengan kenikmatannya, saya lanjutkan kuluman saya, saya tetap jilat setiap milimeter bagian penisnya hingga terasa ada rasa asin sedikit. Tanpa dikomando, saya berdiri dan mendekatkan wajah saya pada wajahnya, dilumatnya seisi mulut saya olehnya. Saya pegang penisnya dengan tangan kanan sambil sesekali mengocoknya sedangkan tangan kiri, saya gunakan untuk meremas beberapa kali pantatnya sambil meraba dengan halus.

“Ev, gantian saya duduk ya?!” katanya kemudian, dan ia pun duduk di depan komputer di mana saya duduki sebelumnya. Ia dorong sedikit ke belakang hingga kakinya sekarang dapat menjulur ke bawah. Tampak penisnya tegak berdiri mengarah ke atas dan bergerak ke kiri dan kanan sesuai dengan gerakan tubuhnya. Sambil mencari posisi yang nyaman, saya melepaskan seluruh pakaian saya mulai dari celana hingga bra saya. Ia langsung memegang vagina saya dengan tangan kanannya, ia mainkan bagian atas vagina saya dengan jempolnya. Ia gesek-gesekan dengan lembut. Ugh, enak sekali rasanya.

Karena saya pun sudah terangsang sekali, saya tidak memberi kesempatan pada Middleton untuk menimati vagina saya. Lalu saya bergerak melangkahi tubuh Middleton dengan arah menghadap ke layar komputer. Setelah saya rasa sudah pas, sambil tetap memegang penisnya dengan tangan kanan saya, perlahan saya turunkan tubuh saya perlahan-lahan hingga akhirnya ujung vagina saya menyentuh ujung penisnya. Perlahan saya turunkan, dan berusaha mendesakan penisnya agar dapat masuk ke dalam vagina saya dengan pantat. Terasa sudah mulai masuk pada bagian ujungnya, namun saya tetap berusaha untuk mendesakan lagi, saya turunkan perlahan-lahan tubuh saya. Dan akhirnya entah sudah berapa centi yang masuk dalam vagina saya, saya rasakan getaran pada tubuh saya sendiri. Saya tahan sebentar untuk menikmatinya lalu berusaha lagi untuk menurunkan tubuh saya. Oh nikmat sekali rasanya pada saat penis itu masuk lebih ke dalam, menusuk ke dalam di vagina saya. “Aghh.. sstt..” desah saya menikmatinya.

Setelah dengan sedikit usaha saya tadi, akhirnya penis itu menyelinap masuk dan vagina saya menjepit dengan kencang dan Middleton memegang kedua belah pinggul saya dengan kedua tangannya. Sulit diungkapkan dengan kata-kata tentang apa yang saya rasakan pada saat penis Middleton menyelip diantara kedua buah bibir vagina saya.

Pelan-pelan saya mulai menaik-turunkan tubuh saya dan tangan saya bertumpu pada meja komputer. Saya kerahkan segenap kemampuan saya untuk bertahan, saya coba mengatur nafas yang terengah-engah. Kenikmatan yang saya rasakan membuat saya merasa tidak dapat bergoyang dengan cepat, dibantu dengan tangannya yang memegang erat pinggul saya, akhirnya saya dapat bergerak lebih cepat. Sesekali saya melihat vagina saya yang sedang naik turun, tampak sekali salah satu bagian vagina saya seolah-olah ingin ikut keluar pada saat saya menaikan tubuh saya. “Ooohh..” desahku beberapa kali menahan nikmat.

Setelah saya merasa terbiasa dengan penis Middleton yang cukup besar itu, saya mulai dapat menggoyangkan pinggul saya ke kiri dan ke kanan. Makin cepat saya menggerakan tubuh saya, semakin nikmat rasanya, dan akhirnya saya pun tidak dapat menahan puncak birahi saya. Pada saat saya ingin orgasme, saya tekan seluruh tubuh saya kuat-kuat ke bawah sehingga penisnya masuk ke dalam seluruhnya.

“Aagghh..” saya tidak dapat menahan getaran pada tubuh saya pada saat saya menyemprotkan lendir dari dalam dan getaran pada vagina saya. Dan saya berdiam sebentar untuk menikmati setiap semprotan dari dalam tubuh saya. Saya lihat lagi sepintas ke bawah dan penisnya masih dengan kerasnya tetap berapa di dalam vagina saya.

Kembali saya gerakan tubuh saya naik turun, walaupun tidak seperti sebelumnya, saya coba untuk mengocok penisnya di dalam vagina saya. Semakin cepat gerakan saya, semakin keras desahan Middleton. Rasanya saya dihipnotis oleh kenikmatan yang saya rasakan. Middleton kembali memacu tubuh saya dengan tetap memegang pinggul saya dan sesekali meremas payudara saya yang bergerak naik turun tidak beraturan, ia pilin puting saya, ia remas sebelah kiri dan pindah ke sebelah kanan.

Ditengah-tengah gerakan saya naik turun dan sesekali menggoyangkan pingul ke kiri dan ke kanan, saya sadar dengan diri saya, saya menyadari apa yang sedang saya lakukan namun saya tetap melanjutkan gerakan saya. Entah setan dari mana, akhirnya saya memutuskan untuk mengubah posisi saya, pada saat yang saya pikir tepat, saya pegang penisnya dan saya berbalik. Sehingga sekarang saya dapat melihat wajah Middleton. Saya kecup bibirnya dan saya lumat lidahnya beberapa waktu, saya arahkan kembali penisnya untuk masuk ke dalam vagina saya. Kembali lagi seperti yang saya lakukan sebelumnya, saya lakukan perlahan untuk memasukan penis itu.

Sekali lagi saya merasakan kenikmatan yang sungguh menyenangkan pada saat penis itu mulai masuk ke dalam vagina saya. “Eesstt..” desah saya sambil memejamkan mata.

Kembali saya genjot tubuh saya naik turun, saya gerakan pula pinggul saya hingga terlihat Middleton mendesah dan sesekali menjulurkan lidahnya. Tangan Middleton yang sebelumnya memegang pinggul saya, sekarang meremas-remas kedua payudara saya dengan sesekali memilin puting saya yang sudah keras. Ia pegang payudara yang bergerak naik turun dengan liarnya hingga sekarang payudara saya hanya ‘dapat berdiam diri’ pada tempatnya saja.

Entah berapa lama saya melakukan ini dan menikmati setiap kenikmatan dari setiap gerakan saya, hingga akhirnya Middleton mempercepat gerakan dan menarik kepalaku untuk mendekat pada wajahnya. Ia cium dan lumat bibir saya, ia mainkan lidahnya dalam mulut saya sambil melingkarkan kedua tangannya pada punggung saya.

Rasanya cukup lama juga kami berciuman dan melumat satu sama lain dan ia melepaskannya dan mengatakan pada saya bahwa ia sudah ingin klimaks. Semakin cepat gerakan tubuhnya menaik-turunkan pantat saya agar semakin cepat pula penisnya dikocok oleh vagina saya. Sambil mengikuti gerakannya, akhirnya saya putuskan untuk menghentikannya dan saya ingin mengulum penisnya agar saya dapat menikmati spermanya nanti. Benar saja, dalam hitungan detik, setelah saya cepat-cepat melepaskan penis itu dari dalam vagina saya, ia mengeluarkan sperma. Kira-kira dua atau tiga semburan pertamanya sempat mengenai rambut dan pipi saya namun cepat-cepat saya membuka mulut dan saya berusaha mengulum penisnya sehingga spermanya itu masuk ke dalam mulut saya.

Ugh, nikmat sekali, semburan spermanya sempat mengenai langit-langit dalam mulut saya, setelah kira-kira sudah habis, sebagian yang ada di dalam mulut, saya keluarkan dan sisanya saya telan. Setelah itu, saya jilat-jilat pada ujung penisnya itu, beberapa kali tubuh Middleton bergetar. Saya kulum lagi penisnya dan saya hisap lalu saya diamkan beberapa waktu di dalam mulut sambil memainkan lidah saya di dalam.

Uh, saya raba dengan telapak tangan kanan saya ke atas mulai dari pinggul hingga mengenai puting susunya dan mengenai bulu dadanya, sedangkan tangan kiri saya tetap memegang dan menggenggam penis yang masih di dalam mulut. Beberapa kali saya melakukan kuluman dan jilatan pada bagian ujung penis. Lalu saya bergerak ke atas perlahan, saya cium dan lumat bibirnya, mungkin masih tersisa rasa spermanya sendiri, terlihat dari beberapa kali ia berusaha menghindar dari ciuman saya namun saya tetap berusaha melumat bibirnya, saya julurkan lidah saya, saya jilati daerah luar bibirnya.

Akhirnya saya memeluk erat tubuh Middleton, saya peluk semampu saya sebab tubuhnya lebih besar dari saya. Saya letakan kepala saya dan menghadap ke kiri pada dadanya yang bidang. Oh My Godness, saya lihat Raymond dan Gill sedang berdiri di depan pintu, mereka melihat saya, rupanya mereka melihat beberapa adegan yang telah saya lakukan. Buru-buru saya bangkit dan saya mengambil pakaian saya dan saya hampiri mereka. Saya tanyakan bagaimana dengan seks mereka, dan saya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh saya, sedangkan Midlleton bangkit lalu berpakaian, rupanya ia tidak peduli dengan kehadiran Ray dan Gill.

Sebelum saya memasuki kamar mandi, sepintas saya lihat bahwa Gill dan Ray sedang duduk di sisi luar ranjang saya sedangkan Middleton sibuk berpakaian.

TAMAT