Lennie’s First Date – 3

116 views

Cerita Ngewe

Cewe Cantik Bugil,  mulus montok_WMDari bagian 2

Usapan-usapannya membangkitkan gairahku dan sepertinya berlomba siapa yang lebih cepat sampai, orgasmeku atau mobilku sampai rumah. Aku bayangkan apa yang terjadi sesampainya kita dirumah. Lennie telah demikian fulgar menyatakan keinginannya, untuk telanjang bulat dibawah sinar lampu yang terang sehingga kami bisa saling melihat dan menyentuh tubuh kami. Dia sangat senang ketika jari-jari tanganku membuatnya orgasme dan dia ingin segera pulang agar kami bisa segera melanjutkan kencan kami sampai sepuas-puasnya. Dengan tidak adanya orang tua kami dirumah, kami bebas untuk melakukan apa saja yang kami inginkan. Akupun ingin mencapai orgasme lagi, lagi dan lagi sepanjang malam.

Dengan membayangkan adikku Lennie telanjang bulat membuatku sangat bergairah. Aku ingat bayangan rambut kemaluannya dikegelapan drive-in, dan ingin bisa melihat jelas rambut keriting dan bibir vagina yang telah aku jelajahi dengan jari-jariku. Aku belum pernah melihat gadis telanjang sebelumnya dan tanpa sadar nafaskupun jadi semakin memburu.

Aku benar-benar telah meraba vagina Lennie tapi belum pernah menyentuh buah dadanya. Aku tahu dia mempunyai buah dada yang sangat indah dan aku jadi tidak sabar untuk bisa melihatnya tanpa terhalang apa-apa. Aku bayangkan seperti apa bentuk puting buah dadanya dan bagaimana rasanya kalau kukulum dengan bibirku, kuhisap dan kupilin-pilin. Imajinasiku membuat penisku semakin menonjol keluar celana jeanku. Aku segera memegang tangan Lennie untuk menghentikan gerakannya.

“Ohh, Len” desahku, “Aku hampir keluar. Bila kau teruskan sedikit lagi, celanaku akan segera dipenuhi oleh cairan spermaku”. Lennie segera menghentikan gerakannya dan menarik tangannya dari celah pahaku.

“Maaf Rickie. Aku benar-benar nggak paham reaksi laki-laki dan aku hanya bermaksud untuk meyakinkan bahwa kamu masih panas dan tegang sesampainya di rumah. Aku sangat menyukai menyentuhmu dalam keadaan tegang seperti ini, tapi tentunya aku tidak ingin kamu keluar sekarang. Aku ingin menunggu sampai sampai kita tiba dirumah, membelainya dengan tanganku dan melihatnya dengan jelas ketika penismu memancarkan sperma. Aku sangat menyukai melihat penismu menyemprotkan sperma dan membasahi semuanya disekitar tanganku, dan aku ingin melihat kamu keluar lagi, lagi dan lagi.. ”

“Jangan khawatir dengan keteganganku. Hanya dengan membayangkan tubuh imutmu ini telanjang sudah bisa membuat penisku tegang sekali. Ini merupakan pengalamanku yang pertama melihat seorang gadis telanjang, dan aku tak sabar menunggu untuk menelanjangimu dan menyentuh seluruh tubuhmu”.

Tangan Lennie memegang erat pahaku sambil berbisik,

“Ya, aku paham yang kamu maksud. Hanya membayangkan yang kau katakan membuat celanaku jadi basah. Aku sudah basah dari tadi, tapi sekarang benar-benar tambah basah”.

Lennie menempelkan bibirnya kepipiku dan menciumnya dengan mesra.

“Rickie, jangan tunda-tunda lagi, bawa kita segera pulang kerumah secepat yang kamu bisa lakukan. Aku benar-benar ingin kau segera menyentuhku, dan aku baru saja keluar lagi gara-gara membayangkan itu”
“Jangan sampai keluar lagi Len,” kataku khawatir, “Tunggulah sampai kita tiba dirumah, aku ingin membuatmu keluar”.

Lennie segera tersenyum dan membelai pahaku.

“Jangan khawatir. Aku bisa keluar dan keluar lagi setiap saat. Suatu ketika kalau aku melakukan sendiri, aku bisa melakukan berkali-kali sepanjang yang aku inginkan”

Akhirnya kami sampai dirumah. Kami segera keluar mobil sambil berpelukan, tangan Lennie memeluk tubuhku erat-erat sehingga pinggul kami saling mergesekan. Sesampainya di depan pintu Lennie berputar menghadapku dan berkata,

“Terimakasih atas malam indah ini, kau benar-benar memberikan kencan yang sangat menakjubkan. Berikan aku ciuman selamat malam”

Pertama-tama aku tidak tahu apa yang dia inginkan, tapi kemudia memahami ketika dia membawaku melanjutkan permainan kami tentang kencannya, kencannya yang pertama dengan seorang pemuda. Meskipun dia adalah adikku, bibirnya yang menantang mendorongku segera memutuskan untuk berperan aktif dalam melanjutkan fantasi permainannya. Aku tidak paham kelanjutan permainannya tapi aku tahu dia begitu bergairah seperti juga aku dan apapun yang akan terjadi kami akan sama-sama menginginkannya.

Kubuka tanganku dan kuraih tubuhnya sehingga seluruh tubuh kami bersentuhan penuh. Kuturunkan bibirku ke arahnya, kurasakan buah dadanya yang padat menekan dadaku dan bagian kemaluannya bergesekan dengan batang penisku. Ketika bibir kami bersentuhan, tangannya memelukku dan menariknya lebih merapat, kemaluannya digesek-gesekkan dengan gerakan memutar. Lennie mendesah lembut. Ketika bibir kami saling bertautan, aku benar-benar lupa bahwa yang sedang aku peluk adalah adikku. Dia kuanggap sebagai seorang gadis sexy yang sangat menggairahkan.

Rickie berusaha menyupkan bibirnya ke dalam mulut Lennie, dan Lennie pun membuka mulutnya sehingga bisa menjelajahi bagian dalam mulut Lennie. Dan Rickie mengerang ketika tiba-tiba lidahnya dihisap Lennie. Rickie pun kemudian ganti menghisap lidah Lennie, kemudia mereka saling menghisap dan mendesah. Kedia tangan remaja itupun tidak tinggal diam, tangan Lennie meraba dan meremasi pantat Rickie sambil menekan-nekan sehingga batang penis Rickie bergesekan dan menekan lebih kuat ke panggal paha Lennie.

Tiba-tiba Lennie mengerang dan tubuhnya mengejang. Tangannya memeluk dan menarik tubuh Rickie kuat-kuat..

“Ooohh.. Wah.. Aaahh”

Rickie terkejut, hampir tidak percaya bahwa Lennie bisa orgasme hanya karena ciuman dan pelukan saja. Gadis ini sepertinya demikian menghayati perannya dalam permainan ini. Beberapa saat kemudian tubuh Lennie pun kembali relax. Matanya terbuka dan memandang wajah pemuda itu dengan terbinar-binar, sorot matanya menyiratkan cinta kasih dan kerinduan yang teramat mendalam.

“Orang tuaku sedang pergi weekend dan saya sendirian dirumah. Maukan kamu masuk ke dalam, dan melanjutkan lagi permainan kita?”.
“Ya” jawabku cepat, “aku ingin melanjutkan lagi dan lagi.. ”
“Aku juga” kata Lennie sambil menggandeng tanganku, sambil tangan lainnya membuka pintu. Setelah aku masuk Lennie segera menguncinya kembali. Dia segera menyalakan lampu, sehingga disekitar kami menjadi terang benderang. Lennie segera memelukku kembali dan menciumi seluruh wajahku.. Dengan penuh gairah dia ciumi bibirku sehingga kembali kami berciuman dengan panas.

“Kamu menyukai tubuhku?” bisik Lennie.
“Wah.. Aku sangat menyukainya” kataku cepat.
“Kamu ingin melihatnya lebih dari tadi?”
“Ya. Aku ingin melihat semuanya. Aku ingin melepaskan semua bajumu sampai engkau telanjang bulat, sehingga aku dapat melihat jelas setiap bagian dari tubuhmu”
Lennie tersenyum manis dan mendekat ke arahku, “Bukalah semua pakaianku, telanjangi aku”.

Aku tidak tahu lagi apakah ini merupakan bagian dari fantasi Lennie atau memang gadis ini ingin menunjukan kepadaku keadaan nyata tubuhnya. Aku pikir itu merupakan kombinasi keduanya. Apapan juga aku menginginkannya. Dan pelahan-lahan kuangkat kausnya melewati wajahnya dan kujatuhkan kelantai.

Lennie kembali berkata, “Buka bra-ku, kau akan bisa melihat buah dadaku”

Kubuka kaitan bra Lennie, kuangkat melewati pundaknya dan kujatuhkan pula dilantai disamping kausnya. Segera kuraih tubuh Lennie, kepeluk dari melakang dan buah dadanya yang kencang padat itupun sudah ada dalam genggamanku.. Puttingnya semakin tegang dan mengeras, menusuk telapak tanganku. Kubelai-belai puting itu dengan lembut penuh perasaan, kupilin-pilin dan kujepit lembut dengan jari-jari tanganku.. Lennie mengerang dan mendesah kenikmatan, tubuhnya disandarkan ketubuhku.

Sambi tangan kiriku membelai-belai sepasang bukit indah di dada Lennie, tanganku merayap kebawah.. Menelusuri kehalusan kulit perutnya, dan terus menyusup kecelah diantara pahanya, dan vagina perawan adikku ini pun sudah berada dalam tanganku. Lennie mendesah agak teras dan tubuhnya kembali mengejang,

“Ohh.. Aku keluar lagi, cepat kau selesaikan tugasmu.. Buka dulu seluruh pakaianku.. Aku ingin merasakan kulit tanganmu meraba vaginaku secara langsung”

Kutemukan dan kubuka kaitan jeannya, kuturunkan resletingnya, dan sambil berjongkok pelahan-lahan kuturunkan jeannya kebawah melewati pinggul, lututnya dan kulepas sama sekali melewati kakinya. Sepatunya pun segera kulepas juga, kemudian kubalikan tubuhnya sehingga wajahku tetap di depan secarik kain segitiga yang tinggal menutupi bagian paling pribadi adikku ini.

Aroma khas dari celana dalam Lennie yang basah itupun segera tercium olehku, aroma yang segar dari cairan gadis perawan. Batang kemaluankupun terasa menegang dan memberontak didalam celanaku. Lennie segera mengangkat kausku melewati kepalaku.

“Sekarang turunkan dan lepas celanaku agar kemaluanku telanjang”

Tanganku agar bergetar ketika pelahan-lahan kuturunkan celana dalam Lennie. Senti demi centi kuturunkan kain putih itu melewati pinggulnya, dan bulu-bulu yang halus dan rapi tampak di depan mataku, dan akhirnya bentuk vagina kecil Lennie tampak jelas.. Bibir putih tebal dengan lipatan yang masih rapat.. Tonjolan kecil mencuat.. Jantungku terasa berdetak semakin cepat seiring dengan nafasku yang mulai memburu..

“Ooohh Wah, seperti inikah bentuk vagina seorang gadis? demikian menakjubkan.. ”

Entah berapa lama aku terbengong-bengong melihat bentuk vagina perawan ini, sampai kemudian aku tersadar ketika Lennie berkata lembut,

“Kau menyukai kemaluanku?”
“Ya.. Ya. Ooohh, aku sangat menyukainya. Sangat indah selaki Len”
“Kamu suka menciumnya?”

Wah, aku hampir nggak percaya mendengar permintaan Lennie. Adik kecilku yang manis, yang selama ini kuanggap demikian suci dan lugu tentang sex, menyuruhku untuk mencium kemaluannya.. Aku yakin sebelumnya dia telah melakukan diskusi yang sangat sexy dengan gadis lain tentang masalah sex, sampai membicarakan juga tentang mencium vagina. Tapi apapun juga, aku juga mengakui bahwa aku juga berfantasi melakukan itu, sebagai bagian paling sensual dari hubungan intim laki-laki dan wanita.

Aku memandang Lennie sambil berkata, “Kau menginginkan aku mencium vaginamu?”

“Ya, bila kamu juga menginginkannya,” kata Lennie lembut.
“Aku pernah dengar seorang gadis mengatakan betapa nikmatnya dicium vaginanya. Jari-jarimu demikian nikmat menyentuh clitorisku, dan aku yakin bibirmu akan jauh lebih nikmat lagi”
Katanya lebih lanjut sambil mengusap-usap rambutku, dan dengan suaranya yang lembut dan manis Lennie berkata lagi, “Tolonglah Rickie, aku ingin merasakan sesuatu yang tidak mungkin bisa kulakukan sendiri, ayolah Rickie lakukan buatku”.
“Kau ingin aku melakukan sekarang?”
“Ya sekarang.. Oohh.. Aku hampir mati menunggunya. Mempertontonkan tubuhku yang telanjang telah membuatku begitu gairah. Rasanya aku hampir keluar lagi, aku yakin ini akan merupakan orgasme yang paling nikmat yang pernah aku alami selama ini”

Akupun berdiri dambil tanganku kuturunkan kebawah dan meletakkannya di bagian cembung di pangkal paha Lennie. Pelahan-lahan kususupkan jari tengahku diantara bibir vagina Lennie yang tebal itu, kurasakan kebasahan disana. Aku pernah dengar dari temanku mengatakan sedapnya rasa cairan lendir pacarnya dan sekarang akupun punya kesempatan untuk menikmatinya. Aku yakin lendir Lennie pasti lebih nikmat dari pada milik gadis-gadis lainnya. Akupun berbisik,

“Aku sudah lama memimpikan untuk mencium dan merasakan nikmatnya vagina seorang gadis, Lennie”.
“Wah,” desah Lennie, bayangan kenikmatan memenuhi wajah Lennie, “Cepat, mari kita segera kekamarku, kita gunakan janjangku saja.”

Lennie pun segera lari menuju kamarnya dan akupun mengikuti dibelakangnya. Hatikupun bergetar sambil menelan ludah melihat gerakan pinggulnya yang bulat padat waktu bergerak. Lennie tampak seksi sekali. Kuingin segera meraih pinggul seksi itu sambil menciumi vaginanya. Lennie segera menyalakan lampu kamarnya dan rebah terlentang diatas ranjang, pahanya dibuka lebar-lebar sehingga calah-celah vaginanya terpapar dengan jelas.

“Sebaiknya posisiku seperti apa?” tanya Lennie.
Aku pun tersenyum, “Well, ini seperti orang buta lawan orang buta. Aku juga belum pernah melakukannya, tapi OK, kita bisa sama-sama belajar”.

Ke bagian 4