Terbang Ke Awang-awang – 2

104 views

Dari bagian 1

Ciuman dan kuluman kami lama lama berubah menjadi napsu yang mulai membakar kami berdua, tanganku mulai meraba dan meremas kedua payudara tante Mira, ciumanku turun dan mencumbu lehernya
“Ah.. Ferry, kamu memang pintar sayang” kata tante Mira sambil jari-jarinya meremas-remas rambut kepalaku dan meraba-raba punggungku.

memek indonesia, foto_WM

Cumbuanku turun menuju kedua payudaranya dan kucumbui dengan mesar kedua payudaranya, kukulum dan kusedot serta kujilat kedua puting itu bergantian sambil tanganku tak henti-hentinya meremas dan memainkan puting dan payudara tante Mira bergantian dan saling mengisi.

Setelah agak lama aku bermain di payudaranya kulihat kedua paha tante Mira saling behimpitan dan digesek-gesekannya sendiri, melihat itu tanganku turun menuju paha tante Mira yang langsung dibukanya yang menandakan dia ingin agar vaginanya juga dijamah. Kubelai lembut bibir vagina tante Mira yang disusul dengan erangan tante Mira yang dari tadi hanya mendesah-desah saja
“Akhh.. jangan hanya dibelai dang sayang, aku ingin yang lebih, biar aku bisa merasakan seperti tadi” kata tante Mira merajuk.
Mendengar perkatan tante Mira, cumbuanku perlahan turun menghampiri vagina tante Mira sambil lidahku terus menari-nari ditubuhnya seperti mandi kucing, kujilati semua permukaan tubuhnya
“Akhh Fer, lidah kamu.. akh.. geli Fer.. akh.. enak” ceracau tante Mira tak karuan.

Sampai akhirnya lidahku di vagina tante Mira yan sudah basah, dan karena memang aku paling menyukai permainan oral yang menurutku bisa memberikan sensasi yang luar biasa bagi yang mengoral dan yang dioral. Langsung kucumbu bibir vaginanya seperti orang sedang ciuman, dan kumainkan lidahku dengan menusuk-nusukkan lidahku kedalam lubang kenikmatan tante Mira yang semakin membuat tante Mira kelojotan
“Ohh.. Fer akh.. nikmat sekali rasanya.. uhh.. lidah kamu benar-benar hebat” kata tante Mira sambil meremas-remas rambutku dan menekan-nekan kepalaku agar lidahku lebih masuk kedalam.
Tanganku tak tinggal diam, yang satu meremas dan meraba kedua payudara tante Mira bergantian dan yang satu lagi bergantian dengan lidahku, jika lidahku sedang bermain dengan klitorisnya jari-jarikun menggantikan lidahku untuk menusuk-nusuk liang vagina tante Mira dan jika lidahku sedang bermain dengan vaginanya jari-jariku bermain dengan klitoris tante Mira terus bergantian sampai vagina tante Mira yang sudah basah bertambah basah, dan dengan napsu aku sedot dan jilat semua cairan yang keluar dari vaginanya sampai bersih dan kukocok-kocok lagi dengan lidah dan jariku sampai basah lagi dan kusedot dan kujilat lagi terus sampai akhirnya kudengar jeritan dari tante Mira
“Akhh Ferry tante sudah nggak kuat lagi, tante mau dapet lagi Fer.. okhh” jerit tante Mira dan bersamaan dengan itu tubuhnya bergetar lagi bahkan lebih keras dari yang tadi, tangan yang tadinya meremas-remas rambutku berubah menjadi jambakan dan dorongan supaya kepalaku lebih menekan kevaginanya.

Wajahku disapu-sapukan keseluruh permukaan vaginanya secara acak karena dia sendiri tidak dapat menahan ledakan orgasme yang sedang dirasakannya. Beberapa menit kemudian tante Mira mulai tenang walaupun napasnya masih berburu tapi dia sudah lebih tenang dan memejamkan matanya, kulepaskan cumbuanku dari vagina tante Mira sambil sebelumnya kukecup lembut vagina yang sekarang makin memerah karena tadi dengan wajahku digosok-gosok oleh tante Mira. Sebelum tante Mira tersadar dari buaian orgasme kuatur posisiku dan mulai kutusukkan penisku dengan lembut kedalam vagina tante Mira, dan ketika kepala penisku masuk kedalam lubang vaginanya tante Mira melenguh dan menengadahkan kepalanya keatas sambil tubuhnya terakat dan kulihat dia menggigit bibir bawahnya sendiri
“Sakit tante? kalo sakit aku cabut” kataku lembut disamping telinganya sambil agak sedikit mencabut penisku yang langsung ditahan oleh tangan tante Mira yang memegang belakang pantatku
“Jangan Fer. Pelan-pelan saja ya, aku sudah lama tidak begini, jadi agak sakit” kata tante Mira sambil menatap mataku lembut, dan kubalas tatapannya dengan mesra dan senyuman sambil mengecup bibir tante Mira.

Sedikit-sedikit kutekan panisku dengan lembut masuk kedalam vagina tante Mira sambil kukocok pelan agar vagina tante Mira mengeluarkan cairan agar lebih basah. Setiap kali kudorong penisku masuk kedalam vaginanya tante Mira melenguh dan semakin erat memelukku, seakan dia ingin merasakan gesekan yang terjadi di dalam tubuhnya, akhirnya penisku masuk semua kedalam vagina tante Mira, kudiamkan sejenak agar tante Mira bisa lebih santai dan dapat lebih menikmati permainan yang akan dimulai. Perlahan aku mulai mengocok penisku yang diiringi oleh desahan dan lenguhan tante Mira yang mulai menikmati permainan kita dan mulai bisa mengikuti irma kocokanku dengan mulai menggoyang pinggulnya
“Oh sayang, kamu pintar sekali bisa memberikan kenikmatan yang sudah lama tidak tante dapatkan. Oh sayang, rasanya tante mau orgasme lagi.. oh sayang nikmat sekali” kata tante Mira sambil menatapku dengan mesra dan manja, lalu tubuhnya mulai begetar dan pelukkannya bertambah erat.

Kucium bibir tante Mira yang langsung dibalas dengan ciuman liar dan diselingi teriak-teriakan kecil, seketika itu juga kupercepat kocokan penisku didalam vagina tante Mira serta kucumbu lehernya dan kedua payudaranya bergantian yang membuat tubuh tante Mira makin begetar, rambutku dijabakinya lagi dan wajahku digosok-gosok kepayudaranya sambil mulutnya tak henti-hentinya menjerit-jerit. Mungkin tante Mira sudah lama tidak merasakan cumbuan seorang pria dan sudah sekian lama pula memendam persaan napsu yang ada dalam dirinya sehingga dia cepat sekali nemdapatkan orgasmenya. Beberapa menit tubuh tante Mira bergetar dan menggelepar-gelepar kepalanya digoyangkan kekiri dan kekanan hingga akhirnya dia bisa tenang kembali dan kocokan penisku juga menjadi pelan agar dia bisa menarik nafas
“mm.. terima kasih sayang, enak sekali tadi, rasanya aku terbang keawang-awang dan kamu sebagai pilotnya” kata tante Mirasambil tersenyum padaku, kulihat keringat membasahi kening dan wajahnya, kuambil tissu yang ada dipinggir tempat tidur dan kuusap keringat yang ada diwajah dan keningnya sabil terus mengocok penisku dengan lembut
“Masih mau lagi sayang?” tanyaku. Dan dia hanya mengangguk setuju
“Dari belakang ya?” kataku lagi sambil membuang tissu bekas keringat tadi.

Dan kuatur posisiku dan posisi kaki tante Mira agar dia bisa berputar tanpa haru melepaskan penisku dari lubang vaginanya, yang rupanya memberikan sensasi sendiri bagi tante mira pada saat dia berputar karena dia bisa merasakan penisku didalam vaginanya
“Akh.. rasanya geli sekali tadi seperti ada yang menggelitik dinding vaginaku” kata tante Mira manja sambil tersenyum.
Setelah posisi doggy sudah pas, aku mulai mengocok penisku lagi sambil kurengkuh kedua payudara yang menggantung di dadanya dengan salah satu tanganku, kuremas dan kumainkan putingnya. Tanganku yang satulagi sambil memeganggi pinggul tante Mira jari-jariku masuk kedekat bibir vagina dan mencari klitoris tante Mira, lalu ku mainkan klitorisnya dari belakang
“Akhh.. Ferry, kamu benar-benar gila dan nakal, okhh.. stop sayang jangan begini, ahh.. kalo begini tante ga kuat oh.. stop sayang stop” pinta tante Mira padaku dan tidak aku perdulikan lagi karena akupun sedang berpacu dengan napsuku yang aku rasakan akan segera meledak
“Okhh.. tante aku mau keluar tante ahh.. enak sekali” kataku pada tante Mira
“Akhh.. tante juga sayang akh.. kita sama sama ya” balas tante Mira.
Lalu kucabut penisku dan kubalikkan tubuh tante Mira lalu kuangkat kakinya dan kutaruh dipundakku lalu kudorong penisku agak keras masuk kedalam vaginanya lagi
“Akh.. permainanmu benar-benar hebat sayang” kata tante Mira yang sudah tidak aku hiraukan lagi.

Kukocok dan kukocok penisku dengan cepat dan keras diiringi erangan dan jeritan tante Mira yang tak lama kemudian tubuhnya bergetar dan menggelepar-gelepar ketika mendapatkan orgasmenya lagi untuk kesekian kalinya sambil tangannya meremas tanganku yang sedang meremas-remas kedua payudaranya, yang tak lama kemudian aku susul dengan semprotan sperma dari penisku kedalam vagina tante Mira sehingga tubuh kami sama-sama bergetar dan menggelepar-gelepar dan sama-sama mengerang dan menjerit
“Akhh.. tante aku keluar tante akhh.. enak sekali” kataku
“Akhh.. iya sayang tante juga akhh.. nikmat sekali oh enak sekali rasanya” balas tante Mira.
Lalu kuciumi bibir tante Mira dengan buas sambil mengocok penisku untuk merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami rengkuh. Kurebahkan tubuhku kesamping tante Mira, kami berdua saling memejamkan mata mengingat-ingat kenikmatan yang baru saja kami dapatkan sambil mengatur nafas kami. Beberapa saat keheningan menyelimuti kamar kami, dan ketika nafasku sudah teratur aku membuka mata dan kulihat tante Mira masih memejamkan mata sambil mengatur nafasnya yang masih memburu. Kuhampiri dia dan kukecup kening, pipi dan bibirnya lalu dia membuka matanya
“Tante hebat sekali bisa kuat sampai berkali-kali” kataku pada tante Mira
“Ah.. kamu juga hebat bisa membuat tante mengalami orgasme sampai berkali-kali” jawab tante Mira dan kamipun berdua saling tersenyum dan tertawa, dan kupeluk dia dari samping dan sekali lagi kukecup pipinya dan kami memejamkan mata kami lagi beristirahat.

Setelah beristirahat kami masuk kekamar mandi berdua untuk mandi dan saling membersihkan, dan ketika membersihkan penisku tangan tante Mira mengocok-ngocok penisku sehingga penisku berdiri tegak lagi, lalu dibersihkannya busa sabun yang ada dipenisku dengan air shower dan dikecupnya kepala penisku
“mm.. tapi tante belum sempat merasakan penis kamu dimulut tante, dan sekarang tante ingin merasakannya” kata tante mira dan mendorongku agar duduk di pinggiran bathtub, lalu dia mulai mengulum dan menjilati seluruh permukaan penisku dari kepala sampai pangkalnya dan kantung kedua bijiku juga diciuminya
“Akhh tante enak tante.. enak sekali” erangku merasakan kenikmatan mulut tante Mira sewaktu dia mengulum dan mengocok penisku didalam mulutnya.
Dan kubelai-belai rambut tante Mira kusibakkan kebelakang agar aku bisa melihat ekspresi wajah tante Mira ketika mengulum dan menjilati penisku. Kulihat bibir dan lidahnya bermain-main dengan hebat dan pintar sekali. Tanganku jadi tidak bisa diam dan kuraih pantat tante mira dan mulai kucari klitorisnya, kumainkan jariku didalam lubang vagina tante Mira yang sudah basah dan ibu jariku memainkan klitorisnya.

Beberapa saat kemudian kurasakan aku akan menyemprotkan spermaku lagi, dan kupercepat kocokan tanganku di vagina dan klitors tante Mira karena aku tidak mau jika aku sampai kluar dulu, dan benar saja tak lama kemudian tante Mira mulai bergetar dan melepaskan kulumannya dipenisku dan mengerang sambil menjerit
“Akhh Feryy.. tante dapet lagi okhh.. kamu memang pintar Fer akhh” kata tante Mira sambil tubuhnya menggelepar-gelepar mendapatkan orgasmenya dan terus kukocok jariku divagina dan klitorisnya.
Setelah dia bisa mengendalikan diri tante Mira langsung meraih penisku dan mengulum serta mengocok-ngocok penisku sehingga sensasi yang kudapat lebih hebat
“Akhh tante aku keluar tante aku keluar akhh” kataku dan tante Mira makin mempercepat kulumannya pada penisku tak lama akupun menyemprotkan spermaku didalam mulut tante Mira.

Ketika aku akan orgasme jariku ikut mengocok lagi vagina dan klitoris tante mira dengan cepat dan ternyata membuahkan hasil, tubuh tante Mira bergetar lagi mendapatkan orgasmenyahanya saja kali ini tidak dengan jeritan dan erangan karena mulutnya langsung menyedot penisku sehingga semua sperma yang muntah dalam mulutnya langsung masuk kedalam kerongkongan tante Mira dan semuanya ditelan tanpa sisa oleh tante Mira, disedot dan dijilatin semua batang penisku sampai bersih tak ada bekas sperma sedikitpun
“Oh.. tante enak sekali oralan tante” kataku sambil tersenyum dan menarik jariku yang basah oleh cairan vagina tante Mira dan kujilati cairan yang ada di jariku
“mm.. abis punya kamu enak sih rasanya, bentuknya juga bagus” kata tante Mira sambil terus mengecup dan menjilati kepala penisku sehingga aku merasakan geli-geli disekitar penisku dan kamipun berdua tersenyum karena satu sama lain saling memuji.

Lalu kami saling membersihkan lagi dan mengeringkan tubuh, lalu kami bersiap-siap untuk keluar karena jam sudah menunjukan pukul 16. 30 dan tante Mira harus kembali kekantor sedangkan aku harus kuliah. Sesampainya dikantor dan memarkirkan mobil tante Mira aku langsung pamit untuk pulang karena harus kuliah. Dan seperti biasa tante Mira menyelipkan uang kedalam saku celanaku hanya saja kali ini didalam amplop yang mungkin sdah disiapkan olehnya entah kapan aku tak tahu. Setelah kami saling berterima kasih dan berjanji untuk tetap saling menghubungi, akupun pulang menggunakan taksi dan tante Mira masuk kedalam kantornya.

*****

Begitulah pengalamanku dengan tante Mira yang sampai sekarang masih tetap berhubungan bahkan lebih dekat lagi, sampai-sampai aku dikenalkan kepada anaknya sebagai saudara jauhnya. Dan kamipun masih sering bercinta setiap waktu. Terima kasih tante Mira untuk semua yang sudah tante berikan pada saya.

E N D