Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 3

279 views

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 3 – Setelah beberapa saat istirahat, kita meneruskan mandi dan berbaring tidur di ranjang berpelukan selama setengah jam dalam keadaan bugil. Silahkan baca cerita sebelumnya pada bagian part 1 sebelum lanjut klik disini karna ini adalah bagian ke 3 dari cerita sex selingkuh dengan adik iparku. Sore itu, kami jalan2 sepanjang pantai depan hotel. Ketika malam tiba, kami makan candle light dinner di restoran hotel tsb. Setelah makan, sambil bergandengan tangan kami menyusuri pantai mendengar deburan ombak. Pantai tdk banyak orang lalu lalang. Semakin jauh kami melangkah dan tdk seorangpun yg tampak. Di belakang cahaya terlihat samar-samar. Kami berpelukan dgn Dinda menyandarkan dirinya padaku. Kemudian pada bagian yg agak menjorok ke dalam dgn satu sisi ada batu, kami duduk. Aku memeluk Dinda dan mulai mencium bibirnya lagi. ‘Sudah ah..’ sambil tersenyum Dinda menghindar. Tetapi ketika tanganku mulai menyentuh payudaranya, Dinda membiarkan saja. Kemudian tanganku mengusap2 paha Dinda dan menuju ke selangkangan. ‘Nanti ketauhan orang loh..’ ‘Gak pa2. Sepi kok. Lebih seru kan.. di udara terbuka. Kamu belum pernah kan?’

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 3

Aku mulai mengarahkan ke selangkangan Dinda. Kemudian aku membuka paha Dinda dan mulai mencium dan menjilat2 pahanya hingga ke selangkangan. Kemudian aku mulai mendorong Dinda berbaring dan mencumbunya. ‘Jangan di sini..’ ‘sstt.. jangan ribut. Nanti ketahuan.’ Tanganku mulai memainkan toket adik ipar dari luar kaosnya. Kuangkat kaosnya dan terlihat behanya. Beha yang menutupi payudara kenyalnya kuangkat dan langsung kujilat puting susunya. Dinda mendesah. Tanganku kemudian ke leher Dinda dan melepaskan ikatan beha bikininya. Seketka itu juga, Dinda merasa bebas. Payudaranya tdk ada yg menopang. Dengan sekali tarik aku melepas behanya dan melepaskan kaosnya. Dinda berusaha menutupi kedua susunya dgn kedua tangan. Langsung aku lepaskan kancing celana hot pants nya dan menarik ke arah kaki. Dinda berusaha mempertahankan, tp itu berarti ia melepaskan pegangan payudaranya.

Mulutku segera menyosor kedua puting bergantian dan Dinda langsung melenguh. ‘Nanti ketahuan lho.. di kamar aja’ Tapi ketegangan ini menyebabkan Dinda sangat terangsang. Celana dalam bikininya terasa basah oleh lendir yang mulai muncul lagi. Dgn cepat hot pants dan celana dalamnya aku tarik hingga lepas dari pahanya. Dinda bugil telentang di atas hamparan pasir sambil menatap wajahku dgn nanar. Aku segera membuka celanaku semua hingga bugil dan membuka paha Dinda lebar2. terlihat di cahaya bulan yg temaram liang vagina Dinda berkilat oleh cairan. Penisku yang sdh tdk sabar dan berdiri tegak mulai mendekat ke lobang Dinda. Aku langsung mencium bibir Dinda dan kepala penisku mulai membelah bibir vaginanya. Begitu ketemu lubang kenikmatannya, aku langsung memasukkan dgn cepat dan Dinda berteriak etapi tertahan oleh mulutku yg french kiss dia. Kembali aku dan Dinda menjadi satu tubuh. Kita menikmati persetubuhan ini dan merasakan jantung kita menjadi satu. Penisku bersarang di liang sanggama Dinda dan gua kenikmatannya bagaikan banjir bandang dgn mengharapkan persatuan dalam cinta dan seksual. Adik iparku mulai ngos2an dan aku memompa vaginanya makin lama makin cepat.

Kemudian seluruh tubuh Dinda menegang dan napasnya tdk beraturan. Kadng berhenti kadang napas cepat lagi. Dinda merasakan puncak kenikmatan tinggal sebentar lagi, ia menutup mata dan mencengkeram tubuhku dan mencakarku. Kedua kakinya menjepit paha dan kakiku dan berusaha menekan makin masuk seolah ingin menelan seluruh diriku masuk ke dalam rahimnya. Dan mendadak, Dinda berteriak2 karena orgasme yang panjang bagaikan gelombang menghantam Dinda mulai dari vaginanya, naik ke rahimnya, perut, payudara, tangan dan kaki dan Dinda menancapkan kukunya ke punggungku dan akhirnya mendesis seolah kesakitan dan melotot…’hhhhhhhhhh…..’ otot2 vaginanya terasa mengeras dan menaham penisku di dalamnya dgn cairan yg luar biasa banyak. Setelah beberapa saat, Dinda tenang kembali dan melepaskan jepitan vagina dan pahanya. Penisku masih tegak berdiri dgn bangga di dalam saluran sanggama Dinda. Kulepaskan penisku dgn cepat, dan Dinda merasa geli ,’aaahh’

Aku langsung gantian berbaring dan menarik Dinda ke arahku. Aku suruh Dinda berbalik arah membelakangi diriku dan kududukan dia di atas penisku. Penisku segera masuk dgn mudah dan Dinda berjongkok dgn memunggungiku. Aku menarik Dinda mendekat, satu tanganku memainkan payudaranya, satu lagi memainkan klitorisnya. Dinda menahan tubuhnya dgn kedua tangannya. Kemudian kita mulai lagi irama seksual cinta kita. Kali ini Dinda yg memegang kendali naik turunnya memiawnya ke penisku. Tetapi kedua tanganku tetap memainkan klitoris dan dan puting susunya. Dinda dgn cepat mencapai orgasme lagi. ‘aaaaaaaaahahhahhhhhh….. say …say … say…. hhhhhh…. iiihihhhh sdh ah!!’ cairannya merembes keluar membasahi seluruh selangkanganku. Tetapi aku bilang, ‘bentar lagi, sayang aku sdh hampir keluar…’ dan kedua tubuh kita bagaikan irama keluar masuk penis dalam memiawnya. Tdk lama kemudian, Dinda merasakan orgasme akan dtg lagi dan aku juga merasa penisku mengeras 150% pertanda beberapa detik lagi aku akan orgasme. ‘bentar lagi, beb.. AAAAHHH!’ dan dari penisku muncratlah sperma yg banyak dan Dinda berteriak krn orgasme pd saat yg bersamaan… Aku masih memompa dgn penis yg sdh menunaikan tugasnya dan Dinda berusaha mengambil sisa2 kekerasan penisku di dalam mekinya. Akhirnya kita selesai dan segera beres2 utk kembali ke hotel.

Dinda tdk memakai bh dan celana dalamnya. Ia memakai kaos dan hot pants nya. Dan cairan kenikmatannya menetes membasahi pahanya. Dari kaos terlihat tonjolan puting Dinda yg menantang. Ketika di hotel, beberapa org memperhatikan kita dan adik ipar ku sengaja berjalan dgn seksi. Begitu masuk kamar, Dinda langsung bugil dan melepaskan semua bajuku. Kita berdua bugil dan Dinda langsung menjilat penisku memasukkan ke mulutnya sehingga berdiri lagi. Aku sdh capai ttp tetap bisa berdiri lagi. Dinda berkata, ‘ini barang kesukaanku. Aku mau tiap ari kayak gini. Aku milikmu beib. Kapanpun kamu mau ml, aku pasti mau…’

Itulah kisah pengalaman kita di Anyer selama liburan 3 hari di mana setiap harinya Dinda mengalami orgasme hampir 10x dan kecanduan penisku. Di usianya yang baru 21 tahun, Dinda dan aku berusaha mencari waktu utk bersanggama sesering mungkin. Kisah cerita sex dengan adik ipar yang takkan pernah terlupa selama hidupku. Tamat